Pencernaan Sehat, Tubuh Kuat - IPAS KELAS 6
Semakin berkembangnya teknologi, semakin mudah manusia mendapatkan informasi tentang berbagai hal yang terjadi di belahan dunia lain. Perkembangan teknologi memberikan banyak pengaruh bagi kehidupan manusia, termasuk terhadap gaya hidup, pola makan, dan kebiasaan mengonsumsi makanan.
Salah satu fenomena yang dapat kita temukan di platform digital adalah mokbang.
Mokbang merupakan sebuah acara ketika seseorang makan dalam jumlah atau porsi yang sangat besar. Makanan yang dikonsumsi biasanya memiliki tema tertentu, misalnya makanan yang memiliki jenis, rasa, tekstur, dan warna yang sama. Bahkan, terkadang makanan tersebut memiliki kemasan dengan karakter tertentu.
Konten mokbang dapat menarik perhatian banyak orang. Ketika melihat seseorang menikmati makanan dalam jumlah yang sangat banyak, kita mungkin merasa tertarik untuk mencoba makanan yang sama. Konten tersebut bahkan dapat menggoda kita untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak atau berlebihan.
Padahal, tubuh kita hanya membutuhkan asupan makanan yang cukup dan bergizi. Mengonsumsi makanan jauh lebih banyak daripada kebutuhan tubuh tidak berarti tubuh menjadi lebih sehat.
A. Fenomena Tren Makanan
1. Mokbang dan Perubahan Gaya Hidup
Pernahkah kalian melihat acara atau konten mokbang di platform digital?
Mokbang merupakan sebuah acara ketika seseorang makan dalam jumlah atau porsi yang sangat besar. Makanan yang dikonsumsi biasanya memiliki tema tertentu, misalnya makanan yang memiliki jenis, rasa, tekstur, dan warna yang sama. Bahkan, terkadang makanan tersebut memiliki kemasan dengan karakter tertentu.
Konten mokbang dapat menarik perhatian banyak orang. Ketika melihat seseorang menikmati makanan dalam jumlah yang sangat banyak, kita mungkin merasa tertarik untuk mencoba makanan yang sama. Konten tersebut bahkan dapat menggoda kita untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak atau berlebihan.
Tubuh kita hanya membutuhkan asupan makanan yang cukup dan bergizi. Mengonsumsi makanan jauh lebih banyak daripada kebutuhan tubuh tidak berarti tubuh menjadi lebih sehat.
Jika kebiasaan makan dalam jumlah berlebihan tersebut ditiru, hal itu dapat memberikan dampak buruk terhadap sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Oleh karena itu, ketika melihat konten makanan di media sosial, kita perlu bersikap bijak. Apa yang terlihat menarik di dalam video belum tentu merupakan kebiasaan yang baik untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Ragam Tren Makanan
Seiring perubahan gaya hidup, pola dan jenis makanan yang dikonsumsi masyarakat juga mengalami pergeseran.
Saat ini, sebagian masyarakat lebih memilih makanan yang cepat saji atau junk food dan makanan yang dianggap kekinian. Junk food merupakan makanan yang umumnya memiliki kalori tinggi karena kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi.
Tren makanan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Beberapa di antaranya adalah:
a. Makanan super pedas
Makanan dengan rasa yang sangat pedas sering menjadi tren. Banyak orang tertarik mencobanya karena rasa pedas dianggap menantang atau memberikan sensasi tertentu.
Namun, mengonsumsi makanan yang sangat pedas secara berlebihan dapat membuat sistem pencernaan merasa tidak nyaman, terutama bagi orang yang memiliki masalah pada lambung.
b. Makanan atau minuman dengan porsi sangat besar
Makanan dengan ukuran atau porsi yang sangat besar dapat menarik perhatian karena terlihat unik dan menantang untuk dihabiskan.
Namun, porsi makanan yang sangat besar belum tentu sesuai dengan kebutuhan tubuh. Mengonsumsi makanan secara berlebihan dapat menyebabkan tubuh menerima energi lebih banyak daripada yang dibutuhkan.
c. Makanan dan minuman sangat manis
Makanan dan minuman yang memiliki rasa sangat manis juga sering menjadi tren. Rasa manis memang dapat membuat makanan lebih disukai, tetapi konsumsi gula tetap perlu diperhatikan.
Jika makanan dan minuman manis dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah berlebihan, jumlah gula yang masuk ke tubuh dapat menjadi terlalu banyak.
d. Makanan dengan warna dan tampilan menarik
Makanan dengan warna, bentuk, atau tampilan yang unik dapat membuat seseorang tertarik untuk membelinya.
Namun, tampilan makanan tidak dapat dijadikan satu-satunya pertimbangan dalam memilih makanan. Kita juga perlu memperhatikan kandungan gizi, kebersihan, bahan yang digunakan, jumlah makanan, dan frekuensi mengonsumsinya.
3. Dampak Mengikuti Tren Makanan Secara Berlebihan
Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam dengan gizi seimbang dapat membuat seseorang mudah mengikuti tren gaya hidup tertentu atau hanya ingin memanjakan lidah.
Ketika makanan baru muncul dan tersebar luas, makanan tersebut dapat menjadi sangat populer. Tidak sedikit orang yang kemudian tertarik untuk mencoba makanan tersebut. Tren makanan dapat berupa makanan yang super pedas hingga makanan atau minuman dengan porsi sangat besar.
Jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan, dampaknya dapat mulai dari gangguan pada lambung hingga gangguan kesehatan yang lebih serius.
jika dikonsumsi terlalu sering atau terlalu banyak.
4. Makanan Rekreasional
Umumnya kita makan beberapa kali dalam sehari. Mengonsumsi menu yang sama secara berulang-ulang tentu dapat menimbulkan rasa bosan. Oleh karena itu, mencari menu baru merupakan hal yang wajar.
Beberapa makanan seperti mi instan, minuman berkalori tinggi, makanan ringan, dan makanan cepat saji dapat menjadi pilihan ketika seseorang ingin menikmati makanan yang berbeda.
Makanan tersebut dapat disebut sebagai makanan rekreasional, yaitu makanan yang dapat dikonsumsi untuk menikmati variasi atau kesenangan dalam memilih makanan, tetapi tidak untuk dikonsumsi terus-menerus.
a. Makanan rekreasional bukan berarti makanan yang dilarang
Makanan rekreasional bukan berarti makanan yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi.
Makanan tersebut masih dapat dinikmati sesekali dan dalam jumlah yang wajar. Namun, makanan utama sehari-hari tetap perlu berasal dari makanan yang beragam dan bergizi seimbang.
b. Contoh makanan rekreasional
Beberapa contoh makanan yang dapat dikonsumsi sebagai makanan rekreasional antara lain:
- mi instan;
- makanan ringan;
- minuman berkalori tinggi;
- makanan cepat saji; dan
- makanan atau minuman yang tinggi gula, garam, atau lemak.
Jadi, yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis makanan, tetapi juga seberapa banyak dan seberapa sering makanan tersebut dikonsumsi.
B. Penyakit yang Menyerang Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan kita dapat terganggu karena berbagai faktor. Masuknya kuman, pola makan yang tidak teratur, ataupun gaya hidup dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan.
Pola makan yang tidak baik juga dapat menyebabkan gangguan pada organ pencernaan. Beberapa penyakit atau gangguan yang umum terjadi antara lain gastritis atau maag, GERD, obesitas, diabetes, dan diare.
1. Gastritis (Maag) dan GERD
Maag dan GERD merupakan penyakit yang sering ditemui pada sistem pencernaan makanan. Meskipun beberapa gejalanya dapat terlihat mirip, maag dan GERD merupakan kondisi yang berbeda.
a. Gastritis (Maag)
Gastritis atau maag dapat terjadi karena adanya iritasi pada dinding lambung dan peningkatan asam lambung.
Kondisi tersebut dapat membuat lambung terasa tidak nyaman. Seseorang dapat merasakan rasa perih atau terbakar pada bagian lambung dan dapat disertai rasa mual.
Untuk membantu menjaga kesehatan lambung, kita perlu membiasakan diri:
- makan secara teratur;
- memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi;
- menerapkan gaya hidup sehat; dan
- mengelola kecemasan atau stres.
b. GERD
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi karena adanya pelemahan pada otot esofagus bagian bawah.
Akibatnya, asam lambung dapat naik ke tenggorokan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sensasi terbakar pada esofagus, dada, dan bagian atas perut.
Memperbaiki pola makan, beralih ke gaya hidup sehat, serta mengelola kecemasan atau stres dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut.
c. Perbedaan sederhana antara maag dan GERD
Gastritis/maag
→ berkaitan dengan iritasi dinding lambung dan peningkatan asam lambung.
GERD
→ terjadi ketika asam lambung naik kembali menuju esofagus atau tenggorokan karena adanya pelemahan otot esofagus bagian bawah.
2. Obesitas
Obesitas adalah kondisi ketika berat badan melebihi batas normal karena adanya penumpukan lemak dalam tubuh.
Obesitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah:
- kebiasaan makan dalam porsi yang banyak;
- mengonsumsi makanan dan minuman berkalori tinggi;
- sering mengonsumsi makanan olahan dan makanan siap saji;
- faktor genetik; dan
- berkurangnya aktivitas fisik.
Jika makanan memberikan energi lebih banyak daripada yang digunakan tubuh untuk beraktivitas dalam waktu yang lama, kelebihan energi dapat disimpan sebagai lemak.
Oleh karena itu, menjaga pola makan yang seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara teratur merupakan bagian penting dalam menjaga berat badan.
Untuk anak yang sedang tumbuh, penilaian berat badan sebaiknya tidak dilakukan hanya dengan rumus sederhana. Pertumbuhan anak perlu dinilai berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kondisi pertumbuhan secara keseluruhan.
3. Diabetes
Diabetes berkaitan dengan penumpukan kadar gula dalam tubuh. Gula masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Kadar gula dapat terus bertambah jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik. Penumpukan kadar gula tersebut dapat berkaitan dengan tidak mencukupinya produksi insulin dalam tubuh. Insulin merupakan hormon alami yang diperlukan tubuh untuk mengontrol kadar gula dalam darah.
Jika diabetes dibiarkan, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang memengaruhi berbagai bagian tubuh, seperti sistem saraf, pembuluh darah, dan ginjal.
Gejala diabetes melitus tipe 1 pada anak
Beberapa gejala yang dapat muncul pada anak, yaitu:
- mudah haus dan sering lapar;
- penurunan berat badan;
- mengompol;
- lekas marah dan prestasi sekolah menurun;
- infeksi kulit berulang; dan
- gatal pada kemaluan.
Gejala tersebut merupakan informasi untuk dikenali, bukan untuk digunakan sebagai alat diagnosis sendiri. Jika seseorang mengalami keluhan kesehatan, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan.
4. Diare
Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi, terutama pada anak-anak.
Diare ditandai dengan:
- Buang Air Besar (BAB) lebih sering dari biasanya; dan
- tekstur feses lebih cair atau mencret.
Penyebab utama diare pada anak biasanya adalah infeksi virus atau bakteri, seperti rotavirus dan bakteri Salmonella.
Lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk dapat membuat anak lebih mudah terkena diare. Hal ini dapat terjadi karena makanan atau minuman yang dikonsumsi mungkin telah tercemar kuman.
Untuk membantu mencegah diare, kita dapat menjaga kebersihan diri, makanan, minuman, dan lingkungan.
Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:
- mencuci tangan sebelum makan;
- memastikan makanan dan minuman bersih;
- menggunakan air yang bersih;
- menjaga kebersihan peralatan makan; dan
- menjaga kebersihan lingkungan.
C. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
Setelah mempelajari berbagai tren makanan dan penyakit yang dapat menyerang sistem pencernaan, kita dapat memahami bahwa kesehatan pencernaan sangat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari.
Agar sistem pencernaan tetap sehat, kita dapat melakukan beberapa kebiasaan berikut.
1. Makan secara teratur dan bergizi
Tubuh membutuhkan berbagai zat gizi untuk tumbuh, berkembang, dan melakukan aktivitas. Oleh karena itu, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang.
2. Membatasi gula, garam, dan lemak
Makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Makanan seperti makanan ringan, makanan cepat saji, minuman manis, dan makanan olahan dapat menjadi makanan rekreasional sehingga sebaiknya dikonsumsi sesekali dan dalam jumlah yang wajar.
3. Melakukan aktivitas fisik secara teratur
Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan energi yang diperoleh dari makanan. Karena itu, aktivitas fisik perlu menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
4. Menjaga kebersihan
Menjaga kebersihan tangan, makanan, minuman, peralatan makan, dan lingkungan penting untuk mengurangi risiko masuknya kuman yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
5. Tidak mudah mengikuti tren makanan
Media sosial dapat membuat makanan tertentu menjadi populer dalam waktu singkat. Kita tidak harus menghindari semua makanan yang sedang tren, tetapi perlu mempertimbangkan kandungan gizi, jumlah, frekuensi konsumsi, dan dampaknya bagi tubuh.
Perkembangan teknologi dan media digital membuat berbagai tren makanan semakin mudah dikenal. Salah satu contohnya adalah mokbang, yaitu konten ketika seseorang makan dalam jumlah atau porsi yang sangat besar. Selain mokbang, tren makanan dapat berupa makanan super pedas, makanan atau minuman sangat manis, makanan dengan porsi sangat besar, serta makanan dengan warna dan tampilan yang menarik.
Mengikuti tren makanan tidak selalu berarti buruk. Namun, kita harus tetap cermat dalam memilih makanan dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Makanan seperti mi instan, makanan ringan, minuman berkalori tinggi, dan makanan cepat saji dapat menjadi makanan rekreasional yang dikonsumsi sesekali, bukan terus-menerus.
Pola makan yang tidak baik, pola makan yang tidak teratur, gaya hidup yang kurang sehat, serta makanan atau minuman yang tercemar kuman dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Beberapa gangguan yang perlu kita kenali adalah gastritis (maag), GERD, obesitas, diabetes, dan diare.
Dengan makan secara teratur dan bergizi, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menjaga kebersihan, dan menerapkan gaya hidup sehat, kita dapat membantu menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat.




Posting Komentar untuk "Pencernaan Sehat, Tubuh Kuat - IPAS KELAS 6"