Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MAKNA KONOTATIF DAN DENOTATIF - BAB 2 BAHASA INDONESIA KELAS 6

Makna Denotatif dan Konotatif

Bahasa Indonesia · Kelas VI Sekolah Dasar

Mengenal arti sebenarnya dan arti kiasan dalam kalimat.

Ayo, pahami makna kata!

Ketika membaca cerita, kita akan menemukan kata-kata yang memiliki arti sebenarnya dan kata-kata yang digunakan sebagai kiasan. Keduanya disebut makna denotatif dan makna konotatif.

Dengan memahami kedua jenis makna ini, kita dapat memahami isi cerita dengan lebih tepat.

A Pengertian Makna Denotatif dan Konotatif

Dalam bahasa Indonesia, kata dapat digunakan untuk menyampaikan arti yang sebenarnya atau arti kiasan. Makna suatu kata dapat diketahui dengan memperhatikan bagaimana kata tersebut digunakan dalam kalimat.

Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna lugas dari suatu kata. Sementara itu, makna konotatif adalah makna kiasan atau makna tambahan yang bukan merupakan makna sebenarnya.

B Makna Denotatif

Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna lugas dari suatu kata. Kata yang bermakna denotatif digunakan sesuai dengan arti yang sesungguhnya, bukan sebagai kiasan.

Makna Denotatif
Makna Sebenarnya
Contoh: Rumah itu hancur diguncang gempa.
Kata hancur pada kalimat tersebut memiliki arti sebenarnya, yaitu rusak, porak-poranda, atau berantakan akibat diguncang gempa. Rumah tersebut benar-benar mengalami kerusakan secara fisik.

Dengan demikian, kata hancur dalam kalimat tersebut bermakna denotatif.

Contoh Lain Makna Denotatif

1

Air sungai meluap setelah hujan deras sepanjang malam.

2

Adik memotong selembar kertas menggunakan gunting.

3

Angin kencang merobohkan pohon di halaman rumah.

4

Petani menanam padi di sawah dekat perkampungan.

5

Gelas itu pecah ketika terjatuh dari meja.

Kata meluap, memotong, merobohkan, menanam, dan pecah pada contoh tersebut digunakan sesuai dengan arti sebenarnya.

C Makna Konotatif

Makna konotatif adalah makna kiasan atau makna tambahan yang bukan merupakan makna sebenarnya dari suatu kata. Makna ini digunakan untuk menyampaikan perasaan, keadaan, atau maksud tertentu secara tidak langsung.

Makna konotatif sering ditemukan dalam cerita rakyat dan karya sastra karena dapat membuat bahasa lebih menarik serta membantu pembaca memahami perasaan atau keadaan tokoh.

Makna Konotatif
Makna Kiasan
Contoh: Hatinya hancur karena dikhianati sahabatnya.
Kata hancur pada kalimat tersebut bukan berarti hati tokoh benar-benar rusak secara fisik. Kata tersebut digunakan untuk menggambarkan perasaan yang sangat sedih dan kecewa akibat dikhianati oleh sahabatnya.

Dengan demikian, kata hancur dalam kalimat tersebut bermakna konotatif.

Contoh Lain Makna Konotatif

1

Rani menjadi buah hati kedua orang tuanya.

Buah hati berarti anak yang disayangi.

2

Penduduk desa menyambut kedatangan pahlawan itu dengan tangan terbuka.

Tangan terbuka berarti menerima dengan senang hati.

3

Kabar tersebut membuat warga naik darah.

Naik darah berarti marah.

4

Setelah mendapat bantuan, beban pikirannya terasa lebih ringan.

Beban pikiran menggambarkan masalah yang membebani pikiran.

5

Pemuda itu menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya sakit.

Tulang punggung keluarga berarti penopang utama keluarga.

D Perbedaan Makna Denotatif dan Konotatif

Makna denotatif dan konotatif dapat dibedakan berdasarkan arti kata dalam kalimat. Kata yang sama bahkan dapat memiliki makna berbeda apabila digunakan dalam konteks yang berbeda.

Aspek Makna Denotatif Makna Konotatif
Pengertian Makna sebenarnya. Makna kiasan atau tambahan.
Penggunaan Sesuai dengan arti sesungguhnya. Tidak sesuai dengan arti sebenarnya.
Tujuan Menyampaikan informasi secara langsung. Menyampaikan maksud, perasaan, atau keadaan secara kiasan.
Pemahaman Umumnya mudah dipahami dari arti kata. Perlu memperhatikan konteks kalimat.
Contoh Rumah itu hancur diguncang gempa. Hatinya hancur karena dikhianati sahabatnya.

Perhatikan Perbedaan Maknanya!

Kata hancur pada kalimat tentang rumah menunjukkan kerusakan fisik. Sementara itu, kata hancur pada kalimat tentang hati menggambarkan perasaan sedih dan kecewa.

Jadi, makna sebuah kata harus dipahami berdasarkan konteks kalimatnya.

E Makna dalam Cerita Rakyat

Cerita rakyat tidak hanya menyampaikan peristiwa, tetapi juga menggambarkan perasaan, watak, dan pengalaman tokohnya. Oleh karena itu, penulis cerita dapat menggunakan kata-kata bermakna denotatif maupun konotatif.

Makna denotatif dapat digunakan untuk menjelaskan keadaan atau peristiwa secara langsung. Sementara itu, makna konotatif dapat digunakan untuk memperkuat penggambaran suasana, perasaan, dan keadaan tokoh.

1

Makna denotatif

Badai merobohkan beberapa rumah di desa itu.

Kata merobohkan menunjukkan rumah yang benar-benar roboh.

2

Makna konotatif

Kabar buruk itu meruntuhkan semangat sang pemuda.

Kata meruntuhkan menggambarkan hilangnya semangat.

Pemahaman terhadap kedua jenis makna tersebut membantu pembaca menangkap isi cerita, memahami perasaan tokoh, dan menafsirkan pesan yang disampaikan pengarang.

F Kesimpulan

Hal Penting yang Perlu Diingat

Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna lugas dari suatu kata.

Makna konotatif adalah makna kiasan atau makna tambahan yang bukan merupakan makna sebenarnya.

Penentuan makna harus memperhatikan penggunaan kata dalam kalimat dan konteks cerita. Dengan memahami kedua jenis makna ini, kita dapat memahami teks secara lebih tepat dan menikmati penggunaan bahasa dalam cerita rakyat.

Ingat!

Denotatif berarti makna sebenarnya, sedangkan konotatif berarti makna kiasan. Perhatikan kalimatnya sebelum menentukan makna suatu kata.

Posting Komentar untuk "MAKNA KONOTATIF DAN DENOTATIF - BAB 2 BAHASA INDONESIA KELAS 6"