TEKS EKSPLANASI - BAB 1 BAHASA INDONESIA KELAS 6
MATERI BAHASA INDONESIA KELAS VI
TEKS EKSPLANASI
1. Pengertian Teks Eksplanasi
Peristiwa-peristiwa tersebut dapat dijelaskan melalui teks eksplanasi.
Teks eksplanasi adalah teks nonfiksi yang menjelaskan proses atau alasan terjadinya suatu fenomena atau peristiwa. Teks ini membantu pembaca memahami bagaimana suatu peristiwa terjadi dan apa yang menyebabkannya.
Fenomena yang dapat dijelaskan melalui teks eksplanasi, misalnya:
- perubahan iklim,
- banjir,
- hujan,
- pemanasan global,
- polusi,
- sampah plastik, dan
- berbagai peristiwa di lingkungan sekitar.
2. Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki beberapa ciri berikut.
Teks membahas peristiwa atau fenomena tertentu yang dapat dijelaskan.
Teks menjelaskan bagaimana suatu peristiwa terjadi atau hubungan antara penyebab dan akibat.
Informasi disampaikan secara berurutan sehingga pembaca dapat mengikuti penjelasan dengan mudah.
Penjelasan dapat dilengkapi dengan fakta, contoh, atau informasi lain yang membantu pembaca memahami fenomena.
3. Struktur Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup.
Pernyataan umum merupakan bagian awal yang memberikan gambaran umum tentang fenomena yang akan dijelaskan.
Bagian ini dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan suatu fenomena.
Contoh:
Kalimat tersebut memberikan gambaran umum tentang perubahan iklim.
Deretan penjelas merupakan bagian inti teks eksplanasi. Bagian ini menjelaskan proses, penyebab, akibat, atau informasi yang berkaitan dengan fenomena.
Contoh:
Penjelasan tersebut menunjukkan hubungan antara aktivitas manusia, gas rumah kaca, dan meningkatnya suhu bumi.
Penutup merupakan bagian akhir teks yang berisi kesimpulan, komentar, atau ajakan yang berkaitan dengan fenomena yang telah dijelaskan.
Contoh:
Perhatikan ringkasannya!
| Struktur | Isi |
|---|---|
| Pernyataan Umum | Gambaran umum tentang fenomena |
| Deretan Penjelas | Proses, sebab-akibat, atau penjelasan fenomena |
| Penutup | Kesimpulan, komentar, atau ajakan |
Struktur tersebut membuat teks eksplanasi menjadi jelas, runtut, dan mudah dipahami.
4. Kata-Kata dengan Konsonan Rangkap
Konsonan rangkap adalah dua atau tiga huruf konsonan yang berurutan dalam sebuah kata.
Perhatikan beberapa kata berikut!
| No. | Kata | Makna |
|---|---|---|
| 1. | krisis | keadaan yang berbahaya atau genting |
| 2. | pabrik | tempat barang-barang diproduksi dalam jumlah besar, biasanya menggunakan mesin |
| 3. | reflektif | sikap berpikir kembali atau merenung terhadap sesuatu yang telah terjadi |
| 4. | instruksi | perintah atau petunjuk untuk melakukan sesuatu |
| 5. | kontribusi | sumbangan atau peran yang diberikan untuk suatu tujuan bersama |
| 6. | listrik | energi yang digunakan untuk menyalakan alat elektronik dan penerangan |
| 7. | elektronik | peralatan yang bekerja menggunakan arus listrik dan rangkaian listrik |
| 8. | transformasi | perubahan bentuk, sifat, atau fungsi ke arah yang berbeda atau lebih baik |
Perhatikan bagian konsonan rangkapnya!
- krisis → kr
- pabrik → br
- reflektif → fl
- instruksi → nstr
- kontribusi → ntr
- listrik → str
- elektronik → ktr
- transformasi → nsf
Konsonan rangkap perlu diperhatikan ketika membaca dan menulis kata agar kata tersebut dapat dibaca dan ditulis dengan tepat.
Ketika membaca teks eksplanasi, kita tidak cukup hanya mengetahui topiknya. Kita juga perlu menemukan informasi penting yang disampaikan.
1. Apa Itu Informasi Penting?
Informasi penting adalah informasi yang berkaitan dengan inti pembahasan dalam teks.
Dalam teks eksplanasi, informasi penting dapat berupa:
- fenomena yang dibahas,
- penyebab terjadinya fenomena,
- proses terjadinya fenomena,
- akibat yang ditimbulkan,
- serta cara mengatasi atau mengurangi dampaknya.
2. Cara Menemukan Informasi Penting
Bacalah seluruh teks agar kamu memahami isi dan topik yang dibahas.
Jangan langsung mencari satu kalimat saja. Pahami hubungan antara satu informasi dengan informasi lainnya.
Kalimat utama adalah kalimat yang menjelaskan inti atau pokok permasalahan dalam sebuah paragraf.
Kalimat utama dapat terletak:
- di awal paragraf,
- di akhir paragraf,
- atau di bagian tengah paragraf.
Informasi pendukung merupakan informasi yang menjelaskan atau memperkuat kalimat utama.
Informasi pendukung dapat berupa:
- contoh,
- penjelasan lebih rinci,
- fakta,
- atau data.
Kata kunci adalah kata atau istilah yang sering muncul dan berhubungan langsung dengan topik utama.
Misalnya, dalam teks tentang perubahan iklim terdapat kata kunci:
Kata kunci dapat membantu kita menemukan informasi yang paling penting dalam teks.
3. Gagasan Utama dan Informasi Pendukung
Perhatikan paragraf berikut.
Sampah plastik menjadi ancaman bagi lingkungan karena sulit terurai secara alami. Plastik dapat bertahan ratusan tahun di dalam tanah serta mencemari laut dan sungai. Hewan laut seperti ikan dan penyu dapat salah mengira plastik sebagai makanan.
Sampah plastik menjadi ancaman bagi lingkungan.
- Plastik sulit terurai secara alami.
- Plastik dapat bertahan ratusan tahun.
- Plastik dapat mencemari laut dan sungai.
- Hewan laut dapat mengira plastik sebagai makanan.
Dengan menemukan gagasan utama dan informasi pendukung, kita akan lebih mudah memahami isi teks.
1. Pengertian Variasi Kosakata
Variasi kosakata adalah penggunaan kata-kata yang beragam dan tepat sesuai dengan maknanya.
Menggunakan kosakata yang bervariasi membuat tulisan:
- lebih jelas,
- lebih menarik,
- tidak membosankan,
- dan lebih mudah dipahami.
2. Contoh Variasi Kosakata
| Kata | Variasi Kata |
|---|---|
| menjaga | melindungi, merawat, memelihara,mempertahankan |
| membantu | menolong, mendukung, berkontribusi |
| peduli | memperhatikan, menyayangi, berempati |
| mengajak | mengimbau, mendorong, menyerukan |
| lingkungan | alam sekitar, ekosistem, tempat tinggal |
Contoh penggunaan
1. Sebelum: Kita harus menjaga lingkungan agar tetap bersih.
Sesudah diganti: Kita harus melindungi dan memelihara lingkungan agar tetap bersih.
2. Sebelum: Anak-anak dapat membantu menyelamatkan bumi melalui aksi nyata.
Sesudah diganti: Anak-anak dapat berkontribusi dan ikut serta menyelamatkan bumi melalui aksi nyata.
Sebelum menulis teks eksplanasi, kita perlu belajar menyusun kalimat yang jelas dan bermakna. Kalimat yang baik dapat membantu kita menyampaikan gagasan dengan lebih tepat.
1. Menulis Kalimat Bermakna
Kadang-kadang sebuah kalimat masih terlalu singkat sehingga informasi yang disampaikan belum jelas. Kita dapat memperluas kalimat dengan menambahkan kata-kata yang memberikan informasi lebih lengkap.
Perhatikan langkah-langkah berikut.
Kalimat dasar adalah kalimat yang masih singkat dan terdiri atas unsur penting, yaitu subjek dan predikat.
Subjek adalah bagian kalimat yang menyatakan siapa atau apa yang dibicarakan.
Predikat adalah bagian kalimat yang menjelaskan apa yang dilakukan atau keadaan subjek.
Contoh:
Anak-anak membantu menjaga lingkungan.
S = Anak-anak
P = membantu menjaga lingkungan
Setelah memahami kalimat dasar, pikirkan informasi apa yang masih dapat ditambahkan.
Kamu dapat bertanya:
- Bagaimana anak-anak dapat menjaga lingkungan?
- Apa tujuan mereka menjaga lingkungan?
- Apa yang dapat mereka lakukan?
- Di mana kegiatan tersebut dilakukan?
Pertanyaan tersebut membantu kita mengembangkan kalimat menjadi lebih jelas.
Tambahkan informasi yang sesuai dengan maksud kalimat.
Kamu juga dapat menggunakan kosakata yang lebih bervariasi.
Contoh variasi kata:
| Kata | Kata yang Dapat Digunakan |
|---|---|
| menjaga | melestarikan, merawat |
| membantu | berkontribusi |
| membuat | menciptakan |
| memakai | menggunakan |
Setelah menambahkan informasi, tulislah kembali kalimat tersebut agar menjadi lebih lengkap.
Sebelum:
Sesudah:
Kalimat kedua memberikan informasi yang lebih lengkap tentang apa yang dilakukan anak-anak dan bagaimana mereka menjaga lingkungan.
Kalimat dasar → tambahkan informasi → gunakan kosakata yang tepat → menjadi kalimat yang lebih bermakna.
2. Menulis Teks Eksplanasi dengan Kosakata yang Bervariasi
Setelah mampu memperluas kalimat, sekarang kita dapat menerapkannya ketika menulis teks eksplanasi.
Kemampuan memilih dan menggunakan kosakata yang tepat akan membuat gagasan yang kita sampaikan menjadi lebih jelas, menarik, dan tidak membosankan.
Ikuti langkah-langkah berikut.
Pilih fenomena yang ingin kamu jelaskan.
Contoh:
Topik harus jelas agar pembahasan tidak melebar ke hal-hal yang tidak berkaitan.
Buat kerangka berdasarkan tiga bagian utama teks eksplanasi.
Berisi pengantar atau gambaran umum tentang topik.
Berisi fakta, proses, sebab-akibat, atau penjelasan mengenai fenomena.
Berisi kesimpulan atau ajakan.
Hindari menggunakan kata yang sama secara berulang-ulang jika terdapat kata lain yang memiliki makna sesuai.
Contoh:
Kata membantu, berkontribusi, dan mendukung memiliki makna yang berdekatan, tetapi penggunaannya membuat tulisan menjadi lebih bervariasi.
Gunakan kata yang tepat sesuai konteks, bukan sekadar mengganti kata dengan kata lain.
Setelah menentukan topik, membuat kerangka, dan memilih kosakata, kembangkan kerangka menjadi teks eksplanasi yang utuh.
Pastikan:
- informasi disusun secara runtut,
- hubungan sebab-akibat jelas,
- proses dijelaskan dengan tepat,
- kosakata digunakan secara bervariasi,
- dan terdapat penutup yang sesuai.
Langkah menulis teks eksplanasi tersebut mencakup menentukan topik, membuat kerangka tiga bagian, serta menggunakan kosakata yang bervariasi dan sesuai makna.
3. Kata Penghubung dalam Teks Eksplanasi
Kata penghubung digunakan agar hubungan antarkalimat dan antaride menjadi jelas, runtut, dan logis.
Ada dua kelompok kata penghubung yang penting dalam teks eksplanasi.
Kata penghubung sebab-akibat digunakan untuk menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat.
Contohnya:
| Kata Penghubung | Contoh |
|---|---|
| karena | Tanaman mati karena kekurangan air. |
| sebab | Udara menjadi kotor sebab banyak kendaraan bermotor. |
| akibatnya | Sampah berserakan. Akibatnya, lingkungan menjadi kotor. |
| sehingga | Hutan ditebangi sehingga banyak hewan kehilangan tempat tinggal. |
| oleh karena itu | Polusi semakin parah. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi kendaraan bermotor. |
Kata penghubung urutan digunakan untuk menunjukkan tahapan atau urutan suatu proses.
Contohnya:
- pertama
- kemudian
- selanjutnya
- setelah itu
- akhirnya
Contoh:
Pertama, manusia membakar bahan bakar fosil.
Kemudian, gas karbon dioksida dilepaskan ke udara.
Selanjutnya, gas tersebut menumpuk di atmosfer.
Setelah itu, suhu bumi meningkat.
Akhirnya, berbagai makhluk hidup dapat mengalami gangguan terhadap habitatnya.


Posting Komentar untuk "TEKS EKSPLANASI - BAB 1 BAHASA INDONESIA KELAS 6"